Yang tidak dapat dibenarkan adalah fitnah, intimidasi, penghinaan terhadap masyarakat, pemaksaan, penyebaran informasi palsu, atau usaha merampas kebebasan rakyat dalam menentukan sikap politik.
Jangan sampai ada pihak yang mengaku berbicara atas nama masyarakat NTT, tetapi justru mengabaikan masyarakat NTT yang hadir dan menyatakan kegembiraannya secara langsung. Rakyat NTT bukan sekadar objek politik. Mereka mempunyai pikiran, pengalaman, ingatan, dan kehendak sendiri.
Dari Hiruk-pikuk Menuju Pesan Persaudaraan
Kunjungan Jokowi ke Kupang dimulai dengan hiruk-pikuk informasi, perdebatan politik, ajakan penyambutan, kritik dari lawan politik, dan rasa penasaran masyarakat. Ketika Jokowi akhirnya tiba, perdebatan tersebut bertemu dengan kenyataan di lapangan: masyarakat datang, jalan-jalan dipenuhi warga, tangan-tangan terulur untuk bersalaman, telepon genggam diangkat untuk mengabadikan momen, dan teriakan “Selamat datang di Rumah NTT” terdengar di tengah kerumunan.
Rangkaian kegiatan kemudian berjalan melalui pertemuan dengan masyarakat, jalan santai, agenda organisasi PSI, serta kegiatan kebudayaan dan penghormatan adat. Sampai Sabtu malam, kegiatan utama berlangsung dalam suasana aman, terbuka, dan penuh perhatian publik.











