Masyarakat yang datang merupakan gabungan dari banyak kelompok. Ada kader PSI yang hadir karena tanggung jawab organisasi. Ada simpatisan yang datang untuk menunjukkan dukungan politik. Ada masyarakat yang kebetulan sedang mengikuti Car Free Day. Ada pula warga yang sengaja datang karena ingin melihat Jokowi, bersalaman, berfoto, atau mengenang masa ketika beliau masih menjadi presiden.
Tidak semua orang yang datang mempunyai motivasi yang sama. Karena itu, tidak adil apabila seluruh masyarakat yang hadir langsung dicap sebagai massa bayaran.
Orang dapat diundang untuk hadir, tetapi kegembiraan ketika bertemu, usaha menerobos kerumunan untuk berjabat tangan, keinginan meminta swafoto, teriakan spontan, dan ekspresi rasa bangga tidak mudah diciptakan hanya melalui instruksi organisasi.
Apabila ada pihak yang menuduh masyarakat dibayar atau dipaksa, tuduhan tersebut harus disertai bukti. Siapa yang membayar? Siapa yang menerima? Berapa besar pembayarannya? Apakah terdapat ancaman atau pemaksaan? Tanpa bukti, tuduhan tersebut hanya menjadi spekulasi politik yang dapat merendahkan martabat masyarakat NTT.











