Scroll untuk baca artikel
ads

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

×

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260625 170442
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen Prodi Pembangunan Sosial STPM Santa Ursula.

Oleh: Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si
Dosen STPM Santa Ursula

“Korban gempa berhak atas bantuan yang bergizi, bermartabat, dan membela kehidupan”.

Advertising
ads
Advertising

OPINI, RAKYATFLORES.COM-Ketika gempa terjadi di Flores pada Tanggal 15 Agustus 2026, masyarakat bergerak cepat. Bantuan datang dari berbagai tempat. Ada pakaian, air mineral, obat-obatan, selimut, beras, makanan siap saji, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun, ada satu jenis bantuan yang hampir selalu hadir dalam jumlah besar: mie instan. Mie instan seolah telah menjadi bahasa universal bantuan bencana.

Setiap kali bencana terjadi, kardus-kardus mie instan memenuhi posko. Bantuan dikumpulkan, diangkut, dibagikan, difoto, lalu dianggap selesai. Persoalannya, apakah korban bencana memang membutuhkan mie instan sebanyak itu?

Baca Juga :   Standar Keselamatan Kapal Wisata Harus Transparan dan Dipenuhi Tanpa Kompromi

Pertanyaan ini penting karena korban bencana bukan sekadar objek yang harus menerima apa saja yang diberikan. Mereka adalah manusia yang sedang berada dalam situasi paling rentan dan tetap memiliki hak untuk memperoleh makanan yang sehat, aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.