Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
RENUNGAN, RAKYATFLORES.COM-DAMAI BAGIMU, para saudaraku yang terkasih dalam Kristus. Saya berharap menjumpai para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 8: 28 – 34, yakni dua orang yang kerasukan disembuhkan. Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan, ketika Yesus tiba di daerah Gadara, dua orang yang kerasukan setan datang dari pekuburan dan langsung berteriak:
apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?
Pengakuan ini mengejutkan. Sebab , bukan dari murid, bukan dari orang Farisi, melainkan dari setan sendiri. Mereka mengenali identitas Yesus lebih cepat daripada banyak orang yang menyaksikan mukjizat-Nya. Ini menunjukkan bahwa pengakuan akan Yesus sebagai Anak Allah bukan sekadar soal pengetahuan, tetapi soal iman dan penyerahan diri. Setan tahu siapa sosok Yesus itu yang sebenarnya, namun tidak tunduk dalam ketaatan. Sebaliknya, mereka takut dan memohon agar tidak disiksa. Ini menjadi cermin bagi kita: apakah kita hanya tahu tentang Yesus, atau sungguh mengenal dan menghidupi iman kepada-Nya? Yang menarik, adalah setelah Yesus mengusir setan itu ke dalam kawanan babi, penduduk kota justru meminta Yesus pergi. Mereka lebih takut kehilangan kenyamanan duniawi daripada menerima kehadiran Ilahi yang mengubah hidup.











