Segala daya upaya dikeluarkan tetapi kalah di hadapan kebijakan yang melulu legalistik dan mengabaikan sisi kemanusiaan. Bahkan, Badeoda secara terus terang dalam postingan FB-nya menyebut semua itu sebagai drama lebay: “drama sisi kemanusiaan yang berlebihan dengan melupakan aspek legalitasnya” (5/5/2026).
Kok bisa seorang Ketua DPC PDI Perjuangan mengatakan tangisan Wong Cilik sebagai drama kemanusiaan yang berlebihan?
Ajaib, Badeoda sebut histerisnya Else de Hoog, janda lima anak, yang rela abaikan rasa lapar dan harga diri demi mempertahankan rumah mereka, sebagai drama yang berlebihan. Drama???
Bagaimana jika dibalik, drama legalistik yang lebay dengan melupakan aspek kemanusiaan? Siapa pemilik sertifikat? Milik pribadi atau aset Pemda? Atau milik misi Serikat Sabda Allah (SVD)?
Terlepas dari hinaan Badeoda soal drama kemanusiaan yang berlebihan di Jalan Irian Jaya itu, begitulah watak kekuasaan. Tak punya hati! Dingin dan muslihat. Ajaran Machiavelli beberapa abad yang lalu relevan dengan mentalitet penguasa jenis ini. Rubah dan Singa.
