Jokowi telah menunjukkan bahwa menghadapi persoalan tidak harus dengan kemarahan. Menjawab hinaan tidak harus dengan hinaan. Menghadapi tekanan tidak harus dengan ancaman. Ada kalanya seseorang justru memperlihatkan kekuatan karakternya melalui ketenangan dan kesediaannya menjalani proses.
Saya melihat ada pelajaran penting dari sikap tersebut: orang besar tidak selalu harus membuktikan kebesarannya melalui suara yang keras, tetapi melalui sikap yang dewasa ketika menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.
Selama ini, Jokowi tidak jarang menjadi sasaran kritik, tuduhan, bahkan hinaan yang disampaikan secara terbuka di ruang publik. Tentu, sebagai mantan pejabat publik, ia tidak kebal terhadap kritik. Setiap pemimpin harus bersedia dievaluasi dan dimintai pertanggungjawaban atas kebijakannya. Kritik merupakan bagian penting dari demokrasi.
Namun, kritik dan penghinaan adalah dua hal yang berbeda. Kritik menguji gagasan dan kebijakan, sedangkan penghinaan menyerang martabat pribadi seseorang.
