“Sehari Lagi” Golkar Ende Berubah Wajah

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260625 170442
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen Prodi Pembangunan Sosial STPM Santa Ursula.

Oleh: Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si
Dosen Prodi Pembangunan Sosial STPM Santa Ursula

OPINI, RAKYATFLORES.COM-Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende sesungguhnya bukan hanya tentang pergantian ketua partai. Dari perspektif ilmu politik, Musda merupakan arena pertarungan berbagai modal politik yang dimiliki oleh para kandidat. Dalam kerangka pemikiran Pierre Bourdieu, setiap kandidat membawa modal yang berbeda-beda, baik berupa modal sosial, modal politik, modal simbolik, maupun modal kekuasaan. Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan sekadar siapa yang paling berpeluang menang, tetapi figur mana yang paling mampu menjawab krisis politik yang sedang dihadapi Golkar Ende.

Harus diakui bahwa Golkar Ende saat ini berada dalam fase yang tidak mudah. Secara historis, Golkar pernah menjadi salah satu kekuatan politik dominan di Kabupaten Ende. Namun dalam beberapa periode terakhir, partai ini terlihat mengalami penurunan pengaruh dibandingkan masa kejayaannya. Dalam perspektif teori institusional partai politik, kondisi ini menunjukkan adanya gejala melemahnya kapasitas organisasi dalam mempertahankan basis sosial dan elektoralnya. Oleh karena itu, pemimpin baru Golkar harus mampu menawarkan lebih dari sekadar stabilitas organisasi. Ia harus menjadi agen transformasi politik.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version