RAKYATFLORES.COM | ENDE-Penjabat Bupati Ende, Gusty Ngasu langsung merespon cepat permintaan dari aparat desa yang menuntut agar segera melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap 1.
Setelah sekitar satu jam lebih melakukan pertemuan dengan aparat desa, BPKAD Ende, Dinas PMD Ende, dan BPJS Kesehatan Ende di ruang rapat Bupati Ende, Rabu 3 Juli 2024 akhirnya menemui titik terang.
Kepada rakyatflores.com, Penjabat Bupati Ende, Gusty Ngasu mengatakan bahwa, pengajuan pencairan ADD telah dilakukan oleh Dinas PMD Ende kepada BPKAD Ende pada tanggal 24 Juni 2024 yang lalu.
Setelah menerima surat pengajuan dari Dinas PMD Ende, pihak BPKAD Ende langsung menerbitkan SP2D pada tanggal 28 Juni 2024.
Meski SP2D sudah diterbitkan, namun belum dapat dicairkan karena adanya tagihan terkait iuran BPJS Kesehatan Ende, sementara pencairan dilakukan melalui tiga bank antara lain BNI, BRI, dan Bank NTT.
“Nah yang 44 desa yang mau bayar ke bank NTT, dia harus membayar seluruh iuran yang masuk dalam peserta BPJS tapi aplikasinya tolak,” ungkapnya.













