Scroll untuk baca artikel
ads

Tim SAR Gabungan Tutup Pencarian Empat Korban KM Lebanon yang Tenggelam di Pulau Pura Alor

×

Tim SAR Gabungan Tutup Pencarian Empat Korban KM Lebanon yang Tenggelam di Pulau Pura Alor

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000915409

RAKYATFLORES.COM | KALABAHI-Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian empat korban KM Lebanon yang tenggelam di Pulau Pura, Kabupaten Alor, Provinsi NTT pada tanggal 20 Agustus 2024 yang lalu.

“Hari kemarin (26 Agustus 2024) merupakan pencarian hari ke tujuh terhadap ke empat korban namun hingga sore pencarian korban masih nihil, telah dilakukan berbagai upaya oleh Tim SAR diantaranya penambahan alut dari Speed Boat Polair Polres Alor, Rubber Boat Pos AL Alor,  Perahu Nelayan serta perluasan pencarian namum memang belum dapat ditemukan ke empat korban tersebut,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Supriyanto Ridwan selaku SMC (SAR Mission Coordinator) kepada rakyatflores.com belum lama ini.

Advertising
ads
Advertising

Ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dari Tim SAR Gabungan sendiri bersama PJ Bupati Alor bahwa tanda-tanda penemuan korban masih nihil hingga hari ketujuh maka operasi SAR resmi ditutup dan ke empat korban dinyatakan hilang.

Baca Juga :   Tiga Hari Terombang-Ambing di Perairan Utara Flores, 8 Kru KM Mulya Abadi Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

“Selanjutnya akan dilakukan pemantauan, kedepan apabila dari hasil pemantauan ada tanda-tanda korban maka operasi SAR akan dibuka kembali,” ungkap Ridwan.

Pada kesempatan itu, Ridwan menyampaikan turut berduka cita atas kejadian ini. Bagaimanapun Tim SAR Gabungan dari Pos SAR Alor, KSOP Kalabahi, Polair Polda NTT, Polair Polres Alor, Pos TNI AL Alor, BPBD Alor, Polsek Alor Barat Laut, Puskemas Alor Kecil, Tim Nautika Dive serta masyarakat dan nelayan setempat yang telah berupaya semaksimal mungkin.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas atensi PJ Bupati Alor Bapak DR. Dr. Zeth Soni Libing, MSi yang turut ikut mencari keberadaan korban KM Lebanon. Misi kemanusiaan sejatinya akan selalu menjadi tugas yang mulia dimanapun kita berada dan bagaimanapun hasilnya,” pungkas Ridwan.