Scroll untuk baca artikel
ads

Rabies di NTT: Ancaman Mematikan yang Bisa Dicegah dengan Tindakan Cepat

×

Rabies di NTT: Ancaman Mematikan yang Bisa Dicegah dengan Tindakan Cepat

Sebarkan artikel ini
Reporter: Dedy |  Editor: Redaksi
rabies
Foto : Ilustrasi

Ende, RakyatFlores.Com – Rabies adalah penyakit infeksi virus yang hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani segera. Sayangnya, keterlambatan mendapatkan vaksin atau serum antirabies (SAR) setelah gigitan anjing terinfeksi masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian akibat rabies di NTT.

Menurut dr. Asep Purnama, Sp.PD, FINASIM, Sekretaris Komite Rabies Flores Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk dalam tiga wilayah dengan kasus kematian rabies tertinggi di Indonesia.

Advertising
ads
Advertising

Penyebab utama tingginya angka kematian akibat rabies di NTT:

✅ Kurangnya pemahaman masyarakat tentang bahaya rabies.
✅ Keterbatasan vaksin dan serum antirabies (SAR) di beberapa daerah.
✅ Populasi anjing liar tidak terkendali.
✅ Rendahnya cakupan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.

Baca Juga :   Tiga Tahun Berturut-turut, Ribuan Ibu Hamil di Manggarai Timur Alami Kekurangan Energi Protein

“Banyak korban gigitan anjing tidak segera mencari pertolongan medis, padahal rabies hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani sejak dini.” – dr. Asep Purnama

Pencegahan Rabies: Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan

Rabies bisa dicegah jika masyarakat segera mengambil langkah yang tepat setelah terkena gigitan hewan yang diduga terinfeksi virus rabies.

Apa yang harus dilakukan setelah tergigit anjing yang dicurigai rabies?

✅ Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit.
✅ Bersihkan luka dengan antiseptik seperti povidone iodine.
✅ Segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin antirabies atau serum antirabies (SAR).
✅ Jangan menunggu gejala muncul, karena rabies tidak bisa diobati setelah infeksi menyebar ke sistem saraf pusat.

Baca Juga :   Media Workshop BPJS Kesehatan, Potret Satu Dekade Program JKN dan Tantangan Pemerintahan Baru

Strategi Pengendalian Rabies di NTT

Penyebaran rabies tidak hanya bisa dicegah melalui pengobatan bagi korban gigitan, tetapi juga dengan pengendalian populasi hewan pembawa virus rabies.

Langkah yang perlu dilakukan:

🔹 Vaksinasi massal anjing untuk mencegah penyebaran rabies.
🔹 Edukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan cara menghindari gigitan hewan liar.
🔹 Pengendalian populasi anjing liar untuk mengurangi risiko penyebaran rabies.
🔹 Memastikan ketersediaan vaksin dan SAR di seluruh daerah rawan rabies.