Scroll untuk baca artikel
ads

Bupati Ende Dorong Kelapa Genjah Entok Jadi Ikon Daerah, Ribuan Bibit Dibagikan dan Lahan Pabrik Akan Disiapkan

×

Bupati Ende Dorong Kelapa Genjah Entok Jadi Ikon Daerah, Ribuan Bibit Dibagikan dan Lahan Pabrik Akan Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260723 WA0002
Bupati Ende, Yosef Badeoda menyerahkan secara simbolis bibit kelapa genjah entok kepada perwakilan camat.

ENDE, RAKYATFLORES.COM-Pemerintah Kabupaten Ende mulai mendorong pengembangan komoditas kelapa genjah entok sebagai ikon daerah melalui program penanaman masif yang didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Ende, Yosef Badeoda menegaskan bahwa program pengadaan dan penanaman kelapa genjah entok merupakan inisiatif daerah, bukan bagian dari program inovasi kementerian, melainkan didanai langsung oleh pemerintah daerah.

Advertising
ads
Advertising

“Program ini menggunakan anggaran penuh dari APBD. Karena itu saya minta seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk serius memperhatikan dan mengawal pelaksanaannya,” tegas Yosef dalam acara penyerahan secara simbolis bibit kelapa genjah entok di Kantor Dinas Pertanian Ende, Rabu 22 Juli 2026 pagi.

Ia menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari target hilirisasi kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, seluruh bagian kelapa dapat dimanfaatkan, mulai dari gula kelapa, sabut, tempurung, air hingga daging buahnya.

Baca Juga :   Strategi Memilih Bupati Ende yang Kompeten untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Kelapa ini disebut buah ajaib karena semua bagiannya bisa diolah. Target kita ke depan sudah ada pabrik kelapa di Ende,” ujarnya.

Bupati Yosef juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar satu hektare untuk pembangunan pabrik kelapa, sekaligus membuka peluang investasi bagi pihak swasta.

Dalam mendukung program ini, Pemkab Ende telah mengalokasikan sekitar 1.200 bibit kelapa untuk didistribusikan ke seluruh kecamatan. Selanjutnya, akan disusul dengan tambahan 5.000 hingga 10.000 bibit yang akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat.

“Target kita, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, tanaman ini sudah mulai berbuah. Tahun 2029 kita harapkan sudah panen dan langsung masuk tahap hilirisasi,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan menanam kelapa di pekarangan rumah masing-masing.

Baca Juga :   Bupati Ende Coba Perbaiki Kemitraan dengan DPRD, ASN Diminta Tak Ikut-Ikutan

“Kalau setiap rumah tanam kelapa, masyarakat bisa konsumsi sendiri dan juga jual ke pemerintah. Nantinya hasilnya akan ditampung di pabrik,” tambah Yosef.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Hj. Gadir Dean menjelaskan bahwa bibit yang dibagikan merupakan jenis kelapa genjah entok yang didatangkan dari Kebumen.

Menurutnya, kelapa jenis ini memiliki keunggulan karena dapat berbuah dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 3 hingga 4 tahun dengan produktivitas tinggi.

“Dalam satu kali panen bisa menghasilkan 100 hingga 140 buah. Tanamannya juga tidak terlalu tinggi, bahkan hingga usia 20 tahun tingginya belum mencapai 4 meter,” jelasnya.

Selain itu, kelapa genjah entok memiliki nilai ekonomis tinggi dengan buah besar, daging tebal, serta air yang manis sehingga diminati pasar, termasuk sektor pariwisata.

Dinas Pertanian juga telah menetapkan wilayah distribusi dengan mempertimbangkan kesesuaian agroklimat, yakni pada daerah dengan ketinggian 0 hingga 400 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga :   Kedapatan Bawa Narkoba Jenis Ekstasi, Polda NTT Ringkus Seorang Pria di Denpasar Bali

Untuk wilayah perkotaan seperti Ende Selatan, Ende Utara, Ende Timur, dan Ende Tengah, masing-masing mendapatkan sekitar 100 bibit. Khusus Ende Timur ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) dengan alokasi hingga 200 bibit serta rencana pengembangan kebun agro wisata.

“Program ini membutuhkan pendampingan serius karena berbeda dengan kelapa lokal. Harus ada pengawasan dan perawatan khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian, serta masyarakat.

“Ini program inovasi daerah yang harus kita sukseskan bersama. Dinas Pertanian akan melakukan evaluasi secara berkala dan berjenjang,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, hadir dalam acara penyerahan secara simbolis bibit kelapa genjah entok tersebut diantaranya para camat dan lurah, para penyuluh Pertanian dan pimpinan OPD lainnya.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.