General Manager KSP Obor Mas, L. Frediyanto M. Lering, menegaskan bahwa teknologi ini sangat membantu manajemen dalam menilai dan memutuskan pemberian kredit secara lebih objektif dan akurat, guna menekan risiko kredit bermasalah.
“Kualitas saldo adalah hal penting dalam koperasi simpan pinjam. Aplikasi ini membantu memastikan bahwa pinjaman yang diberikan tetap produktif dan terukur risikonya,” ujar Frediyanto.
Ia juga menekankan pentingnya validitas data dalam sistem KoChek. Jika data yang diberikan calon peminjam tidak akurat, hasil analisis pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, ke depannya, sistem ini akan diintegrasikan dengan data OJK serta laporan kredit dari koperasi yang tergabung dalam PT Asuransi Pande.
Menurut Willy, KoChek juga dapat mendeteksi riwayat pinjaman calon debitur, termasuk pinjaman online (pinjol), untuk mencegah pemanfaatan koperasi sebagai solusi “gali lubang tutup lubang”.
Sosialisasi ini juga menjadi momentum menuju kerja sama lebih luas. Pada 24 Mei 2025, rencananya akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KSP Obor Mas dan KoChek di hadapan Menteri Koperasi dan UKM RI, yang akan berlangsung di gedung baru Obor Mas.













