Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menghidupkan kembali ekosistem turnamen e-sport di Ende yang sempat vakum beberapa tahun terakhir. Selain itu, turnamen ini diharapkan dapat mendorong pembentukan organisasi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) di Kabupaten Ende.
Hingga saat ini, kata Denny Surya Dharma, jumlah peserta yang telah mendaftar cukup signifikan. Untuk cabang biliar tercatat 30 peserta dari berbagai daerah di Flores, termasuk Kota Kupang. Sementara itu, e-football diikuti 30 tim, Mobile Legends 20 tim, Free Fire 20 tim, dan PUBG Mobile 10 tim.
“Para peserta berasal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini,” jelasnya.
Turnamen ini memperebutkan trofi Bupati Ende serta total hadiah uang sekitar Rp. 16,5 juta, menyesuaikan dengan jumlah peserta yang terdaftar dari rencana awal Rp. 23 juta.
Panitia memastikan seluruh persiapan telah rampung 100 persen. Technical meeting dengan peserta juga telah dilaksanakan pada 21 Maret 2026, sehingga turnamen siap digelar sesuai jadwal.













