“Kalau kita bicara pembagian kewenangan, tugas PSSI dan klub itu berbeda. Kalau PSSI yang menentukan pelatih, itu tidak masuk akal, karena struktur Perse Ende sampai saat ini masih ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran PSSI seharusnya lebih difokuskan pada pengembangan sepak bola secara menyeluruh, seperti pelatihan wasit, peningkatan lisensi pelatih, serta penyelenggaraan turnamen untuk menjaring talenta muda.
“Tapi kalau kaitan dengan Perse Ende, itu adalah klub yang memiliki pengurus sendiri. Penunjukan pelatih dan manajemen adalah kewenangan klub,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Arif mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran pengurus Perse untuk segera membentuk manajemen tim dan menunjuk pelatih yang akan mempersiapkan skuad menuju ETMC Flotim.
“Rencananya hari Sabtu kami akan rapat dengan pengurus. Untuk pelatih, kami rencanakan mempercayakan kepada Pak Ahmad Paidjan,” ungkapnya.
Arif berharap seluruh pihak dapat menjalankan peran masing-masing sesuai aturan yang berlaku, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam pengelolaan sepak bola di Kabupaten Ende.













