“Jujur kami sangat kecewa dengan wasit. Harusnya penalti tadi tidak perlu. Wasit sendiri seperti tidak tahu pelanggaran apa yang terjadi. Tapi keberatan kami tidak mengubah keputusan,” ujarnya seusai laga.
Meski langkah awal Perse Ende di ETMC 2025 berjalan pahit, ribuan suporter masih menaruh harapan. Mereka percaya tim kebanggaan mereka akan bangkit di laga-laga berikutnya, memperbaiki kesalahan, dan membuktikan bahwa Stadion Marilonga tetap menjadi kandang yang angker bagi lawan-lawan mereka.












