Membuka dokumen dan ruang dialog yang setara. Pemerintah perlu mempertemukan warga terdampak, pemangku adat, Gereja, akademisi, dan pengembang tanpa tekanan. Keluhan warga harus dicatat, diperiksa, dan ditindaklanjuti secara terbuka.
Membandingkan pilihan energi secara adil, termasuk tenaga surya, penyimpanan energi, perbaikan jaringan, dan pilihan lain sesuai kondisi setempat. Penilaiannya harus mencakup biaya, keandalan listrik, kebutuhan lahan, serta dampak sepanjang umur proyek.
Memprioritaskan pemulihan dan kesiapsiagaan bencana, melalui bangunan yang lebih aman, jalur evakuasi, edukasi masyarakat, serta perlindungan kelompok rentan.
Saya juga memohon petunjuk pastoral Bapak Uskup agar dukungan masyarakat terhadap perjuangan ini diwujudkan secara damai, bersatu, dan bertanggung jawab. Kepada pemerintah pusat dan daerah, saya meminta kebijakan yang mendengarkan masyarakat Flores serta menempatkan keselamatan dan keberlanjutan kehidupan sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan.
Flores adalah Nusa Bunga. Tanahnya harus tetap menghidupi, airnya harus tetap mengalir, dan masyarakatnya harus memiliki suara dalam menentukan masa depannya.
