Matinya Marhaenisme di Kota Pancasila?

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260505 WA0000
Sambil menangis, korban penggusuran di Jalan Irian Jaya, Else de Hoog keluar dari rumahnya dengan memeluk erat patung Bunda Maria.

Sejarah mencatat ketika Bung Karno di Ende, dia sering bolak-balik ke perpustakaan biara SVD Santo Yosef. Membaca buku-buku milik para Pater SVD di perpustakaan biara dan berdiskusi dengan mereka tentang ide-ide besar. Dari situ dia mendapat banyak inspirasi untuk merumuskan PANCASILA. Ironinya, sekarang anggota PDIP yang bernama Badeoda, yang seharusnya dijiwai oleh spirit marhaenisme yang diciptakan oleh Bung Karno, memimpin di tanah tempat Bung Karno merumuskan Pancasila, justru bertindak bertentangan dengan ajaran PROKLAMATOR kita!

Bu Megawati lihatlah anggota partaimu ini…

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version