Pihak sekolah sendiri telah mempersiapkan siswa sejak awal masuk dengan memberikan arahan terkait pilihan masa depan, baik melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha. Pendampingan ini dilakukan agar siswa dapat menentukan pilihan sesuai minat dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti teman-temannya dan orangtua.
Selain fokus pada akademik, sekolah juga memberikan pembinaan di bidang non akademik. Penilaian untuk mengikuti SNBP didasarkan pada rekam jejak prestasi siswa sejak kelas 10 hingga kelas 12, termasuk nilai rapor dari semester awal.
Pada kesempatan itu, Fr. Albertus juga memberikan motivasi kepada siswa yang belum lolos SNBP agar tetap semangat dan memanfaatkan peluang lain melalui jalur seleksi berikutnya. Sementara itu, siswa yang telah lolos diharapkan tetap konsisten dan tidak mengundurkan diri.
Di sisi lain, Jhon Paul mengaku tidak menyangka bisa diterima di UI. Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas pencapaiannya tersebut.
Menurutnya, keinginan untuk kuliah di UI muncul setelah mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat pada 2025. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mempelajari hubungan internasional di dalam negeri terlebih dahulu.













