“Kedelapan jurusan ini ujiannya sedang berlangsung, bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri. Kegiatannya terpusat di bengkel masing-masing jurusan,” jelas Fransisco.
Ia menambahkan, pelaksanaan uji kompetensi keahlian merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi siswa untuk menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 2 Ende.
Menurutnya, ujian tersebut menjadi bentuk implementasi dari proses pembelajaran yang telah ditempuh siswa selama tiga tahun, dengan komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori.
“Melalui uji kompetensi ini, para siswa harus membuktikan keterampilan mereka dalam bentuk praktik nyata untuk menentukan apakah mereka dinyatakan kompeten atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui ujian ini para siswa tidak hanya menghasilkan produk dari hasil praktik, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan kerja sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Kami berharap para siswa dapat dinyatakan kompeten. Karena selain memperoleh nilai, pada akhirnya mereka akan dinilai apakah kompeten atau tidak kompeten,” pungkasnya.













