Ia menjelaskan bajwa, kegiatan ToT tersebut merupakan langkah awal untuk menghasilkan para pelatih yang berkualitas terlebih dahulu. Selanjutnya para pendamping diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendampingan bagi para pengelola BUMDes. Setelah itu, mereka akan di supervisi secara eksternal oleh para mitra dan supervisi internal oleh kolegium doktoral program Pascasarjana Uniflor.
“Untuk koordinasi seluruh pendamping BUMDes ini pada sekolah BUMDes. Jadi sekolah BUMDes ini merupakan inovasi layanan kami yang berkolaborasi antara Pascasarjana Uniflor dengan LP2M PKN STAN dan disupervisi oleh mitra Kemendes PDTT, dan Unisnu Jepara,” jelasnya.
Dr. Avi mengatakan, dengan kegiatan tersebut diharapkan ada lima atau enam BUMDes menjadi contoh bagi desa-desa lain. Target dari kegiatan tersebut pada tahun 2025 harus ada BUMDes mengikuti lomba di tingkat provinsi dan juga nasional.
Ketua LP3M PKN STAN Dr. Dyah Purwanti mengaku bahwa kolaborasi tersebut merupakan kesempatan yang luar biasa bagi PKN STAN hadir di NTT. Pihaknya akan membantu memperkuat kapasitas dari pengelola BUMDes.
“Karena kami berasa dibawah Kementrian Keuangan, maka peran bidang utama kami yakni pengelolaan keuangan. Jadi pengelolaan keuangan seperti apa ketika nanti menerima penyertaan modal dari desa. Karena dana desa sebagai modal utama harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Paling tidak ditahun 2025 kota bisa jadikan lima BUMDes menjadi BUMDes yang maju dan mandiri serta menjadi role model bukan hanya di Ende tetapi di NTT,” ungkapnya.
Ketua BUMDes Jepara, Dr. Ali Sofyan, S.E., M.Si., CADE, CAP menjelaskan bahwa, pihaknya nanti akan berbagi pengalaman kepada para peserta ToT terkait dengan pengelolaan BUMDes. Sebab untuk menjadi BUMDes yang maju tidak serta merta tetapi harus mulai dengan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes.













