ENDE, RAKYATFLORES.COM- Sekolah Menengah Atas Katolik Negeri (SMAKN) Ende terus menunjukkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan menerapkan sistem Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran dan evaluasi. Aplikasi yang diberi nama SMAKN Ende ini sudah digunakan sejak tahun pelajaran 2024/2025 untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), hingga Ujian Sekolah (US).
Kepala SMAKN Ende, Rofinus Meja, mengungkapkan bahwa penerapan LMS tidak hanya mempermudah interaksi guru dan siswa, tetapi juga berdampak besar pada efisiensi anggaran sekolah.
“Sejak menggunakan LMS, pelaksanaan UTS saja bisa menghemat hingga puluhan juta rupiah. Kalau manual, kami membutuhkan anggaran besar untuk penggandaan soal bagi hampir 400 siswa. Dengan LMS, biaya yang tadinya bisa mencapai ratusan juta per tahun kini ditekan hingga di bawah 10 juta,” jelas Rofinus di ruang kerjanya, Rabu 1 Oktober 2025.
Menurut Rofinus, penghematan ini terasa signifikan karena dalam satu tahun pelajaran terdapat dua kali UTS, dua kali UAS, dan satu kali US, yang bila dilakukan secara manual membutuhkan biaya besar untuk belanja alat tulis kantor (ATK), penggandaan soal, hingga distribusi.













