Pada kesempatan itu, Yulita Eme menyampaikan beberapa hal yang harus diingat oleh segenap civitas akademika. Pertama, sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang bernafaskan katolik, maka segenap civitas harus menghidupi nilai-nilai kekatolikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dilakukan supaya sekolah tersebut memiliki ciri khas tersendiri.
“Kita boleh berinovasi, tetapi jangan lupa bahwa lembaga pendidikan tinggi ini memiliki transisi ursulin yang harus terus dihidupkan,” ungkapnya.
Kedua, peningkatan kualitas pendidikan di STPM Santa Ursula. Menurutnya, segenap civitas harus mempunyai tanggungjawab dalam mendukung kampus tersebut agar lebih baik dari waktu ke waktu.
“Lembaga ini termasuk para dosen juga selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di kampus yang tercinta ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Nusa Taruni Bakti Suster Anita OSU dalam sambutannya menyampaikan bahwa, STPM Santa Ursula sudah dikenal baik oleh masyarakat di Pulau Flores. Hal tersebut diketahui setelah mahasiswa membuat video dalam lomba video kreatif yang digelar panitia.
Menurutnya, dengan diketahuinya masyarakat tentang keberadaan STPM Santa Ursula tersebut, sebenarnya hal tersebut mau menunjukan bahwa para mahasiswa mempunyai potensi dalam dirinya. Untuk itu potensi diri tersebut harus terus diasah supaya kelak dapat bermanfaat dalam kehidupannya.













