Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali diselenggarakan pada tahun depan sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk menambah wawasan, mengenal berbagai fenomena ilmiah, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui film sains.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak siswa untuk mengenal sains dengan cara yang menarik. Dengan begitu, mereka dapat semakin kritis, kreatif, dan memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aysa.
Ia juga berharap kerja sama antara Goethe-Institut dan SMAK Frateran Ndao Ende dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi pelajar di Ende dan sekitarnya.
Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif kepada para siswa. Melalui perpaduan film, demonstrasi, dan praktikum, ilmu pengetahuan dapat disampaikan secara lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.













