“Ini merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi bagi pegiat literasi yang dapat memberikan sebuah pengalaman keberhasilan praktik pengelolaan oleh komunitas yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas yang lain,” katanya.
Polikarpus menambahkan, kegiatan diskusi tersebut adalah momentum yang tepat sebagai ruang kolaborasi untuk belajar dan berbagi guna membangun fondasi literasi yang kuat, mengingat bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis membaca.
Kegiatan diskusi praktik baik komunitas penggerak literasi dibuka secara resmi oleh Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Kupang, Agung Hermanus Riwu.
Agung berharap kegiatan yang mempertemukan para pegiat literasi menjadi ruang yang menguatkan dan meneguhkan aksi -aksi literasi yang telah dijalankan berbagai komunitas.
“Semoga kolaborasi ini mampu memunculkan praktik-praktik baik literasi yang menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan komunitas literasi menjadi taman edukatif, informatif, rekreatif yang mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat,” kata Agung.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Yaspora NTT, Emilia Kristi Wela Runu. Para peserta difasilitasi untuk saling berbagi tentang program unggulan, manajemen komunitas serta strategi berkolobarasi dalam mengembangkan komunitas literasi.













