Terkait alasan memilih calon gubernur, alasan teratas adalah perhatian pada rakyat, di mana Ansy mendapatkan perolehan suara 31,8% dan Melki sebesar 24,6%. Sementara, Kamlasi sebesar 12,6%. Kamlasi mendapatkan kategori tertinggi untuk pertimbangan putra daerah dengan persentase mencapai 34,6%.
“Sementara ini, pasangan Ansy-Jane unggul dari para pesaingnya dan berpeluang menang. Pertarungan masih ketat. Pertarungan antar tiga calon ini akan sampai di ujung karena selisihnya relatif tipis,” jelas Burhanuddin.
Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana Yohanes Jimmy Nami mengungkapkan, hasil survei ini merupakan refleksi dari kerja-kerja politik tiap pasangan calon. Yang menjadi menarik adalah pasangan wakil dari tiga calon yang berkompetisi.
Menurut Jimmy, pasangan Kamlasi-Garu sudah pasti sejak awal sehingga persepsi terhadap pasnagan ini sudah ada. Lalu, pasangan Melki-Johni yang mengalami cukup dinamika. Bermula berpasangan dengan Jane lalu tidak jadi, kemudian akhirnya berpasangan dengan Johni.
Lalu, pasangan Ansy-Jane. Sampai mendekati proses penetapan, wakil Ansy tidak banyak diperbincangkan. Beliau termasuk cukup kalem untuk menentukan siapa yang diusung menjadi wakil Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut.
“Ternyata di akhir berpasangan dengan Jane. Berdasarkan hasil survei, ini jadi energi positif bagi Ansy Lema. Injeksi politik pasca ditetapkan dan masuk bergandengan dengan Ansy Lema memberikan rasa tersendiri bagi masyarakat,” terangnya.













