Scroll untuk baca artikel
ads

Ansy Lema dan Prabowo Subianto, Dua Sosok Pemimpin Peduli Pangan

×

Ansy Lema dan Prabowo Subianto, Dua Sosok Pemimpin Peduli Pangan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001001923

RAKYATFLORES.COM | KUPANG-Soekarno pernah mengatakan bahwa urusan pangan merupakan hidup dan matinya suatu bangsa. Karena itu, persoalan pangan harus ditangani secara serius oleh para pemimpin bangsa. Jika sudah diberi mandat oleh rakyat, siapapun dirinya dan dari partai politik apapun, harus benar-benar memperhatikan permasalahan pangan.

Berangkat dari urgensi pangan ini, Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema dan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto memiliki pandangan atau benang merah yang sama. Dua tokoh politik ini sama-sama memiliki kepedulian terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan.

Advertising
ads
Advertising

Kepedulian Ansy Lema dan Prabowo Subianto terhadap sektor ketahanan dan kedaulatan pangan bukan baru dimulai kala ingin menjadi Gubernur dan Presiden. Kepedulian terhadap sektor ini telah ditunjukkan oleh kedua tokoh politik ini pada masa-masa sebelumnya. Bahkan jauh sebelum momen pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres).

Baca Juga :   Buka Lokakarya Membacakan Nyaring, Ketua FTBM NTT; Wadah untuk Budayakan Literasi di Masyarakat

Presiden Prabowo mengaku bahwa ia telah menaruh perhatiannya pada sektor ketahanan dan kedaulatan pangan saat dirinya masih aktif menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak dirinya menjadi TNI, Prabowo selalu menaruh rasa kepeduliannya kepada para petani.

Prabowo dalam kesempatannya ketika memberikan penyuluhan kepada 60.000 petani dan peternak di Sumedang, Jawa Barat pada Januari 2024 lalu (lihat di: https://www.youtube.com/watch?v=NB7-h1j-5pU ) menegaskan bahwa petani memiliki peran penting ketika perang kemerdekaan berlangsung sebab petani secara tidak langsung mendukung perjuangan perang melalui hasil panen yang menjaga para prajurit tetap kuat.

“Tanpa petani tidak ada tentara. Tanpa petani kita tidak bisa perang. Kita membela negara dan bangsa ini karena didukung oleh para petani. Waktu Indonesia melaksanakan perang kemerdekaan, tidak ada anggaran, tidak ada APBN. Belum ada apa-apa. Siapa yang beri makan tentara kita, para pejuang kita? Itu adalah petani di seluruh Indonesia,” ucap Prabowo.