Scroll untuk baca artikel
ads

Ansy Lema Lepas Ratusan Penyu di Lepas Pantai Sulamanda-Kabupaten Kupang

×

Ansy Lema Lepas Ratusan Penyu di Lepas Pantai Sulamanda-Kabupaten Kupang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000989633

RAKYATFLORES.COM | OELAMASI-Sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut, Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut satu (1) Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema lakukan pelepasan ratusan anak penyu (tukik) di lepas Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin 30 September 2024.

Kegiatan pelepasan tersebut dilakukan Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini bersama ratusan warga desa lainnya selepas gelaran kampanye politiknya di tempat tersebut. Jenis penyu yang dilepas Ansy Lema bersama masyarakat desa adalah Penyu Lengkang yang berjumlah kurang lebih 100 ekor.

Advertising
ads
Advertising

“Penyu dan biota laut lainnya adalah kekayaan alam masyarakat di sini. Untuk itu kita harus menjaga dan melestarikannya, kita harus optimalkan gerakan konservasi laut di sini,” ucap Ansy.

Baca Juga :   Relawan Melki Ende Deklarasi Dukung Melki Laka Lena Jadi Gubernur NTT Periode 2024-2029

Dalam kegiatan ini juga, Pasangan Jane Natalia Suryanto itu menjelaskan bahwa penyu dan semua biota laut yang ada di Pantai Sulamanda ini adalah kekayaan alam yang dimiliki oleh warga Desa Mata Air sehingga gerakan konservasi laut seperti ini harus dioptimalkan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam tersebut.

Mantan Juru Bicara Ahok ini juga menyampaikan bahwa gerakan konservasi tukik penyu ini harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dan bukan hanya oleh politisi. Untuk itu, lewat gerakan konservasi laut ini juga, Ansy Lema mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan ekosistem alam di NTT.

“Saya ingin mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga alam. Alam adalah rumah kita bersama. Gerakan konservasi bukan hanya di darat tapi juga di laut. Ingat NTT (Nelayan Tani Ternak),” pungkas aktivis 98 tersebut.