Politisi PDI Perjuangan itu juga secara tegas mengakui bahwa menjadi seorang pemimpin berarti siap untuk melayani rakyat. Dalam konteks ini, Ansy Lema memberikan perhatian serius bagi nelayan, petani dan peternak yang secara khusus ada di pedesaan. Baginya, membangun NTT berarti membangun desa karena mayoritas masalah ada di desa.
Fokus tersebut diberikan karena mereka adalah profesi mayoritas masyarakat NTT yang hidup dalam kemiskinan. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi dengan 5,6 juta orang ini tahun 2023 dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak 28,10%. Sektor ini adalah penyumbang terbesar ekonomi NTT.
“Rekam jejak politik saya sewaktu berada di kursi legislatif selalu berpihak pada masyarakat kecil, yaitu petani, peternak, dan nelayan. Ini akan terus saya lanjutkan ketika menjadi Gubernur NTT. Karena bagi saya, mereka adalah para pejuang kehidupan NTT yang harus mendapatkan keberpihakan,” pungkas satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini.
Motivasi bagi anak-anak muda ini, Ansy Lema sampaikan di hadapan berbagai komunitas pemuda-pemudi Sumba Timur. Di antaranya adalah Komunitas Musisi Hiphop Kultur Sumba Timur (Wunang Blood), Komunitas Nelayan Milenial Kalu, Komunitas Penenun Milenial Mauliru, Komunitas Akar Rumput, Milenial Ngadu Ngala, Keluarga Silat (IKS), dan Komunitas Kawan Ansy.
Salah satu perwakilan dari Milenial Ngadu Ngala, Simson Tunggu Mbili, menyampaikan terima kasih kepada Ansy Lema atas perjuangannya saat masih duduk di Komisi IV DPR RI. Kecamatan paling selatan di Sumba Timur itu bisa mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat berkat perjuangan Ansy Lema.
Simson berharap jika nanti Tuhan menghendaki Kaka Ansy menduduki kursi NTT satu, maka idealisme, integritas dan segala hal baik yang telah dilakukan selama ini untuk Tanah Flobamora harus terus dilanjutkan untuk membawa NTT menjadi lebih maju.











