Melihat rangkaian persoalan tersebut, Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa ketika diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin NTT, Ansy-Jane akan mengupayakan alokasi anggaran bagi pemberdayaan masyarakat di desa. Dikarenakan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT yang terbatas, maka pria kelahiran Kota Kupang ini akan memanfaatkan pembiayaan non APBD yang berasal dari Civil Society Organization (CSO) atau Non-Governmental Organization (NGO), serta kerja sama pihak ketiga dengan skema Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPK) dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Swasta (KPBU).
Berbagai dana bantuan CSO/NGO dan kerja sama pihak ketiga yang masuk ke NTT akan disinergikan dengan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain itu, Ansy Lema menjelaskan dirinya akan mendorong kepala daerah yaitu bupati dan walikota untuk bisa melakukan pemekaran desa.
“Sebagai gubernur, saya memiliki wewenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan desa. Saya akan mendorong kepala daerah untuk bisa melakukan pemekaran desa. Saya bisa memberikan evaluasi dan memberikan masukan bagi bupati/walikota terhadap desa yang hendak dilakukan pemekaran ataupun penggabungan berdasarkan aspirasi masyarakat, ” jelas Mantan Aktivis 98 ini.
Di sisi lain, dirinya mengakui, sebagai gubernur ia akan memfasilitasi, melalui pendamping desa atau lembaga pendamping desa untuk mengarahkan berbagai program desa sesuai dengan visi misi gubernur dan pemerintah pusat. Sinkronisasi perencanaan antara pusat dan daerah perlu dilakukan agar pembangunan desa melalui dana desa seiring dan sejalan dengan arah pemerintah.
“Sebagai gubernur saya akan siapkan panduan penyusunan perencanaan desa dan penganggaran yang selaras dengan visi misi gubernur dan kepala daerah. Misalnya, saya punya program NTT Pertiwi untuk perempuan. Isu perempuan, ibu, dan anak harus bisa terimplementasi dalam anggaran desa. Selain itu, saya juga akan memastikan bagaimana alokasi untuk ibu dan anak bisa sampai ke target,” pungkas pria dengan tagline “Manyala Kaka” ini.













