Scroll untuk baca artikel
ads

Kampanye di TTS, Massa Membludak Sambut Sang Pejuang Mutis

×

Kampanye di TTS, Massa Membludak Sambut Sang Pejuang Mutis

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001069837

“Satu hal paling penting bagi TTS yang selalu Ansy Lema perjuangkan. Satu-satunya politisi yang memperjuangkan itu, yaitu terkait dengan status Cagar Alam Mutis. Bapa-mama, Ansy Lema pasang badan, berjuang menjaga konservasi mutis. Karena Ansy Lema tahu bahwa cagar alam mutis adalah jantung peradabannya orang Timor, sumber mata airnya orang Timor. Ibarat mama yang menyusui pulau Timor ini,” pungkasnya.

Pria dengan tagline “Manyala Kaka” itu mengungkapkan alasan dirinya selalu lantang memperjuangkan status Cagar Alam Mutis. Hal ini dikarenakan Mutis adalah simbol peradaban dan identitas kultural Atoni Pah Meto, serta sumber air bagi masyarakat Pulau Timor. Ia mengibaratkan Mutis sebagai mama yang menyusui Pulau Timor.

Advertising
ads
Advertising

“Kalau wilayah konservasi itu diturunkan statusnya, maka akan ada puluhan ribu hektar lahan yang beralih fungsi menjadi zona pemanfaatan. Ini akan mengancam sumber air bagi masyarakat Timor,” terang Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Baca Juga :   Keras! Ansy Lema Ungkap Kekecewaannya dengan KLHK Terkait Penurunan Status Cagar Alam Mutis

Dalam kampanye tatap muka tersebut, Ansy Lema membawa dua bintang tamu anak muda timur yang terkenal, yakni Wizz Baker dan Fresly Nikijuluw. Satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan itu bersama-sama melantunkan lagu yang berjudul Rindu Rumah. Lagu tersebut menceritakan seorang anak rantau yang merindukan kampung halaman, ayah, ibu dan sanak saudaranya. Seseorang yang tidak pernah sekalipun melupakan dari mana dirinya berasal.