Pria kelahiran Kota Kupang itu menceritakan pengalaman serupa yang pernah dialaminya kala bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menimpa Flores pada tahun 1992. Karena itu, dirinya dapat mengalami perasaan senasib dan sepenanggungan terhadap para korban bencana erupsi gunung Lewotobi.
“Kita berdoa biar Tuhan yang atur, Tuhan gerakkan hati banyak orang untuk bantu. Saya yakin pasti akan ada banyak orang yang bantu. Saya dulu juga pernah merasakan ini waktu gempa dan tsunami tahun 1992. Waktu itu saya tidur hanya beratapkan langit,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sikka Konstantia Arankoja dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Rudolfus Ali menyambut baik kedatangan dan bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan tersebut.
Konstantia Arankoja menjelaskan bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah alat penampung air. Dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas sejumlah bantuan yang diberikan oleh Ansy Lema.
“Terima kasih Pak Ansy. Kami memang sangat membutuhkan tempat penampung air seperti ember dan gayung ini. Ini memang terlihat sederhana namun sangat dibutuhkan,” terang Konstantia Arankoja.
Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan dari para korban lainnya yang juga berasal dari Kecamatan Talibura. Saat ini, korban yang terdata berjumlah 630 jiwa dari perkiraan jumlah korban sebesar 5000-an jiwa.













