Ia meminta jika kelak Ansy Lema menjadi Gubernur NTT, maka tak boleh melupakan nasib para pedagang ikan dan nelayan di Kabupaten Ende yang merupakan tanah leluhurnya.
Sementara itu, Ansy Lema menyampaikan terima kasih atas dukungan doa dan restu dari para nelayan dan pedagang ikan di Ende. Menurut mantan Anggota DPR RI itu bahwa, ia tidak bisa berjalan sendiri dalam memenangkan kontestasi pilgub NTT.
“Saya butuh bapak mama, kaka adik semua untuk mendukung saya. Karena saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya butuh kalian untuk mensuport saya supaya orang Ende bisa menjadi Gubernur NTT,” ujarnya.
Mantan Aktivis 98 itu menambahkan bahwa, dari keluhan yang disampaikan oleh para pedagang ikan dan nelayan di Ende, sedikitnya ada empat hal yang harus diintervensi oleh pemerintah. Keempat hal itu yakni pembangunan pabrik es, kolstore, rumpon, dan pertamina khusus nelayan.
“Saya politisi yang boleh dibilang tidak pernah berjanji. Saya turun ke lapangan biasanya untuk melihat dan mendengar keluhan masyarakat. Setelah itu baru memperjuangkan. Karena perjuangan butuh waktu. Saya datang ke sini untuk belanja persoalan, belanja kebutuhan, belanja aspirasi. Saya akan bereskan semua itu setelah jadi Gubernur NTT nanti,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, pertemuan bersama para nelayan dan pedagang ikan tersebut diakhiri dengan makan ikan kuah asam yang merupakan salah satu kuliner lokal di Kabupaten Ende. Setelah itu, Ansy Lema bersama tim melanjutkan kunjungannya ke SMA Islam Mutmainah dan SMA Katolik St. Petrus Ende.













