RAKYATFLORES.COM | MAUMERE-Dalam dialog tatap muka bersama masyarakat Desa Wuring, Kecamatan Wolomalang, Kabupaten Sikka, Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansi Lema mengatakan akan mempermudah proses pembuatan perizinan bagi para nelayan.
Rumitnya proses pengurusan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penagkapan Ikan (SIPI) menjadi salah satu momok bagi para nelayan. Hal ini juga dirasakan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Desa Wuring.
Salah seorang nelayan dari Desa Wuring, Aji Hatong menyebut bahwa nelayan di desanya harus menempuh jarak yang jauh untuk mengurus SIUP dan SIPI. Dari Desa Wuring, mereka harus menempuh perjalanan jauh menuju ibukota Provinsi NTT, Kupang atau ke Larantuka hanya untuk mengurus surat perizinan tersebut.
“Yang menjadi pokok permasalahan kami nelayan di sini adalah masalah perizinan. Kalau kita mau urus perizinan, kita harus pergi ke Kupang. Betapa jauh jarak antara Kupang dan Maumere. Kalau tidak ke Kupang, kita ke Larantuka. Mengapa Larantuka kota yang kecil itu ada kantor perizinan tapi di Maumere tidak ada,” ucap Aji Hatong di Maumere beberapa waktu lalu.
Pria paruh baya itu menambahkan bahwa rumitnya pengurusan perizinan ini sangat menghambat kerja para nelayan Desa Wuring. Kerap kali para nelayan ditangkap di laut oleh Polisi Air karena tak punya SIUP dan SIPI. Hal tersebut menyebabkan para nelayan tidak bisa kembali melaut selama beberapa hari.
Terkait dengan permasalahan tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Ansy Lema mengatakan jika rakyat NTT menghendakinya menjadi gubernur, dirinya akan mengupayakan untuk membuka kantor kepengurusan SIUP dan SIPI di Maumere. Kabupaten Sikka adalah salah satu sentra kelautan dan perikanan yang besar bagi provinsi dengan ibukota Kupang ini, sehingga perlu dibuat kantor pelayanan perizinan.











