Scroll untuk baca artikel
ads

Siap Bangun Kolaborasi dengan Gereja, Ansy-Jane Kunjungi Keuskupan Agung Kupang

×

Siap Bangun Kolaborasi dengan Gereja, Ansy-Jane Kunjungi Keuskupan Agung Kupang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001078139

Dirinya menambahkan bahwa keberadaan lembaga ini ibarat tiang penyangga yang menjaga kokohnya nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, dalam giat-giat politiknya, Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu selalu menyempatkan diri bertemu dan berdiskusi bersama lembaga dan tokoh-tokoh keagamaan yang ada di Provinsi Kepulauan ini sebagai komitmennya untuk melibatkan lembaga-lembaga keagamaan dalam pembangunan NTT ketika Ansy-Jane terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nantinya.

“Saya setiap kali mengunjungi suatu kabupaten atau kota pasti pergi silaturahmi ke lembaga ataupun tokoh-tokoh keagamaan. Bagi saya, mereka adalah mitra pemerintah untuk menghadirkan pembangunan di tengah masyarakat dan juga pilar penyangga keutuhan dan persatuan bangsa,” ucap Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Advertising
ads
Advertising

Dalam pertemuan tersebut, pria kelahiran Kota Kupang itu menyampaikan bahwa ke depan, jika rakyat menghendakinya menjadi Gubernur NTT, dirinya akan membangun kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan kebijakan yang berkeadilan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Ahok Turun Gunung Menangkan Ansy-Jane di Pilgub NTT 2024, Ansy Lema; Terima Kasih Guru

Baginya, lembaga keagamaan seperti gereja adalah lembaga yang bergerak mendorong ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, ekonomi masyarakat yang menjadi fokus adalah masyarakat kecil. Visi misi ini sejalan dengan Ansy-Jane yang menyasar kelompok petani, peternak, dan nelayan sebagai tujuan pembangunan.

Menurut satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan adalah hal yang sangat penting. Dirinya berharap dengan adanya kolaborasi bersama lembaga keagamaan dapat meningkatkan kualitas pembangunan di Nusa Terindah Toleransi ini. Dengan adanya dukungan penuh dari tokoh-tokoh agama akan melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tanah Flobamora.

“Kita harus bangun NTT secara bersama-sama, bergotong royong menghadirkan pembangunan bagi masyarakat. Ke depan, saya pastikan akan ada kolaborasi antara pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan yang ada di NTT. Gereja Katolik juga memiliki perhatian besar dalam sektor pendidikan. Mereka adalah mitra pemerintah untuk menghadirkan pembangunan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat,” tegas Mantan Juru Bicara Ahok tersebut.