Scroll untuk baca artikel
ads

Suaranya Kerap Terabaikan, Ansy-Jane Siapkan Musyawarah Khusus Kaum Perempuan

×

Suaranya Kerap Terabaikan, Ansy-Jane Siapkan Musyawarah Khusus Kaum Perempuan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001055728

Melihat dasar aturannya, musrenbang tematik adalah bagian dari membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan berdasarkan dua unsur legalitas. Pertama, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Kedua, Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Musrenbang tematik yang melibatkan kaum perempuan adalah wujud perencanaan pembangunan dengan pendekatan pembangunan inklusif yang mengikutsertakan semua orang dalam perbedaan berbagai latar belakang, karakteristik, kemampuan serta kondisi setiap individu. Kelompok perempuan atau mama-mama yang bekerja sebagai petani, peternak, ataupun penenun memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki. Mereka harus berkumpul sendiri dan merumuskan kepentingan-kepentingan mereka tanpa ada intervensi,” terang pria kelahiran Kota Kupang ini.

Advertising
ads
Advertising

Satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan itu juga menyebut bahwa program muskhus perempuan merupakan bagian dari NTT Pertiwi. NTT Pertiwi adalah satu dari lima program NTT Manyala yang berkonsentrasi pada perwujudan perempuan yang berdaya dan sejahtera.

Baca Juga :   Fokus Nelayan Tani Ternak, Ansy-Jane Siap Debat Kedua Kesejahteraan Masyarakat

Bahkan, Ansy Lema mengakui bahwa sejak awal dirinya menginginkan sosok perempuan sebagai pendamping dalam memimpin NTT. Perempuan adalah sosok yang memiliki kelebihan pada unsur kepekaan, empati, serta ketelitian, sehingga berbagai kebijakan yang dilahirkan nantinya, diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan kompleks NTT.

“Saya memilih Jane Natalia Suryanto sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi kaum pertiwi. Ansy Lema bersama Jane Natalia Suryanto membawa spirit perjuangan mama bantu mama, perempuan tolong perempuan. Saya ingin pemerintahan yang berada di bawah kepemimpinan saya adalah pemerintahan yang lebih peduli kepada perempuan,” pungkas Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.