Kemudian, PKB. Sebanyak 35,6% konstituen PKB mendukung Ansy-Jane, lalu 29,4% mendukung Simon-Adrianus, dan sebesar 19,2% mendukung Melki-Johni.
Selanjutnya, sebesar 63,0% konstituen PKS mendukung Ansy-Jane, 18,3% mendukung paket Siaga, dan 9,2% mendukung Melki-Johni.
Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana Yohanes Jimmy Nami menyoroti pergeseran persentase elektabilitas yang terjadi antara Melki-Johni dan Simon-Adrianus. Perpindahan terjadi karena irisan dari konstituen yang selama ini sudah bersama pasangan Melki-Johni tereduksi oleh kerja-kerja politik yang dilakukan oleh paket Siaga.
“Misalnya basis-basis referensi kepartaian, basis Golkar yang ada di TTS dan Kabupaten Kupang, cukup memberikan aksentuasi tersendiri ketika Siaga menyisir peta atau kantong-kantong partai pendukung Melki-Johni dengan isu-isu tertentu ditambah dengan isu putra daerah. Di sini Siaga cukup memberikan potret sebagai seorang yang memberikan rasa patriotisme misalnya. Ada sense of pride. Ini memberikan tekanan tersendiri,” jelas Jimmy.
Di sisi lain, Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Rudi Rohi mengatakan ada temuan menarik, yakni para pendukung PSI tetap bersama Jane walaupun Jane sudah keluar dari PSI. PSI sendiri saat ini mendukung Melki-Johni. Sebaliknya, Partai Hanura yang mendukung Ansy-Jane justru pendukung terbesarnya mendukung Paket Siaga.
“Ini menunjukkan fenomena yang menarik. Kendati begitu, partai pengusung utama seperti PDIP dan Golkar, pendukungnya sebagian besar mendukung calon yang diusung partainya,” kata Rudi.











