Saat itu, tim menargetkan KTP yang terkumpul minimal 21 ribu, tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Ende. Satu tahun berjalan KTP yang terkumpul ternyata melebihi target.
“Kami berhasil kumpulkan 50 ribu KTP. Bukan hanya KTP saja, tetapi ada surat pernyataan. Dan Saya yakin disini juga pernah memberikan KTP. Kita belum pernah kenalan. Tapi bapak ibu beri saya KTP. Untuk itu saya ucapkan Terima kasih,” ungkapnya.
Meski tak jadi maju melalui jalur independen, Lori menjelaskan bahwa, dengan dasar 50 ribu KTP, ternyata bisa menjadi senjata yang jitu untuk maju melalui jalur partai politik.
“Pada saat itu Golkar melakukan survei. Dan saya yang paling tinggi. Saya mendapat elektabilitas 26 persen. Saya buka siapa siapa, tapi survei saya yang paling tinggi. Pak Bupati ada di 12 persen,” ungkapnya.
Dengan dasar survei tersebut, Lori mengatakan, dirinya harus terus maju menjadi salah satu kontestan dalam kontestasi pilkada Kabupaten Ende pada bulan November 2024 mendatang.
“Apapun alasan kita harus maju. Karena sudah terlanjur basah. Sejak saat itu kami dihajar habis habisan. Dibilang rakuslah. Itulah politik,” ungkapnya.











