“Yang benar bahwa kami dua fight. Jadi tidak ada paket master diutus supaya Paket Master hanya sebagai pelengkap. Atau paket munafik. Jadi tidak ada pernyataan itu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, politisi senior NTT itu memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang mengatakan bahwa, Paket Master ingin mengikuti jejak dari Paket Yes Jilid II dan Paket Gerbang Emas.
“Saya mengatakan bahwa Paket Master, kami mengikuti telapak kaki, karena dua orang ini (Dokter Don dan Elias Djo, red-) pernah memimpin. Kami pingin telapak kaki kami injak dan kami jadi pemimpin. Jadi maksudnya bukan kami titipan dari dua paket tadi,” terangnya.
Ia mengakui, narasi yang disampaikannya pada saat proses pengundian di Kantor KPUD Nagekeo mau menegaskan bahwa Paket Master merupakan paket yang santun dalam berpolitik, karena harus diakui bahwa kedua tokoh ini pernah memimpin Nagekeo pada masanya.
“Jadi ketika ikut telapak kaki, bukan bermaksud bahwa kami ini titipan dari dua paket tersebut, tapi kami mau agar kami jadi bupati ikut jejak mereka. Kali ini kami sudah lah,” ungkapnya.













