Scroll untuk baca artikel
ads

Angelo Wake Kako: Masyarakat Harus Bangga Kalau Ada Sarjana Yang Mau Jadi Petani

×

Angelo Wake Kako: Masyarakat Harus Bangga Kalau Ada Sarjana Yang Mau Jadi Petani

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001322280
Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako foto bersama masyarakat di Desa Tonggopapa usai memberikan materi dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Tananua Flores, Sabtu 8 Maret 2025. (Foto: Tommy M. Nulangi).

Saat ini, Gubernur NTT mendorong hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja baru di desa dan kesejahteraan petani. Hal yang bisa dilakukan adalah mendorong keterlibatan sarjana di desa untuk berpikir bagaimana hasil pertanian ini tidak dijual dalam bentuk gelondongan tetapi diolah menjadi barang setengah jadi.

“Saya mendorong produk hilirisasi di desa cukup sampai ke produk setengah jadi agar memiliki nilai ekonomi dan bukan nilai sosial. Kita juga tidak ambil semua kerja-kerja kita ini karena masih banyak orang yang juga perlu lapangan kerja. Kita perlu juga berbagi dengan yang lain. Syukur-syukur kalau bisa sampai produk jadi asal barang produksi kita berkualitas, jumlahnya banyak dan berkelanjutan”, ungkap Angelo

Advertising
ads
Advertising

Angelo juga mengapresiasi Yayasan Tananua Flores yang telah mendampingi para petani untuk menciptakan produk dari potensi di masing-masing desa.

Baca Juga :   MBG Harus Utamakan Investasi Petani Lokal? 

“Yayasan Tananua Flores sudah melakukan gebrakan lebih maju dan saya pernah menggunakan produk desa dampingan Yayasan Tananua Flores. Saya usul kita segera atur pertemuan lanjutan sebelum akhir maret ini bersama perwakilan tiap desa dampingan,” tutup Angelo

Benyamin Gosa dari Yayasan Tananua Flores berterima kasih atas apresiasi dan respons cepat dari Bapak Angelo.

“Setelah sekian lama kami bergerak dan terlibat melakukan pendampingan kepada petani di desa, hari ini kami sudah menemukan solusi atas persoalan yang kami alami selama ini melalui Bapak Angelo. Kami akan mendata potensi yang ada di semua desa dampingan sebagai bahan presentasi dalam pertemuan lanjutan pada akhir maret ini,” ujar Benyamin