Dia menyatakan, komitmen Yakob Nuwa Wea dilanjutkan oleh keluarga besarnya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan paroki baru. Hati dan pikiran mereka tercurah penuh untuk kampung halaman.
“Istri dan anak-anak Yakob Nuwa Wea, ada Mama Ami, Willy, Andi, Audy dan Lusi secara rutin memberikan sumbangan untuk pembangunan,” jelas dia.
Yakobus Redemptus Mbusa yang sebelumnya menjabat sebagai ketua stasi Kotakeo ini menyatakan, paroki Kotakeo mulai diakui sejak 9 Januari 2022. Hal itu berlanjut hingga uskup agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD menerbitkan SK pada 1 Juni 2025 tentang peresmian gereja baru Kotakeo berpelindung Santo Yakobus Rasul, yang sebelumnya berpelindung Santo Petrus Martir.
“Peresmian dengan misa meriam digelar pada Minggu 28 September 2025,” ungkapnya.
Ketua Panitia Ambrosius Piatu mengaku, umat menyambut antusias peresmian gereja baru. Inilah titip pelayanan baru untuk umat di Kotakeo Raya.
“Kami berterima kasih kepada keluarga besar Pak Yakob Nuwa Wea dan semua donatur, termasuk para pastor yang sslama ini membimbing kami,” ujar Ambrosius.













