Bosko mengungkapkan bahwa dalam rancangan APBD 2026 tercatat belanja modal untuk jaringan, jalan, dan irigasi sebesar Rp7 miliar. Ia meminta agar porsi anggaran tersebut diprioritaskan bagi wilayah utara.
“Sebagai wakil rakyat Riung Raya, saya minta agar belanja modal ini lebih banyak diarahkan ke wilayah utara. Kalau jalan di wilayah tengah dan selatan membuat pengguna sakit setengah badan, maka ruas yang saya sebutkan tadi membuat pengendara sakit seluruh badan,” tegas anggota Komisi II DPRD Ngada itu.
Menurut Bosko, ruas jalan yang ia soroti merupakan jalur strategis karena menghubungkan antar desa, pemukiman warga, dan kantong produksi masyarakat. Jalan-jalan tersebut juga menjadi akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti poskesdes, sekolah, dan puskesmas.
“Apa yang saya sampaikan adalah harapan masyarakat Riung dan Riung Barat. Mereka ingin ada keseriusan dari pemerintah untuk memperhatikan seluruh ruas ini,” jelas Politisi muda yang juga Alumni PMKRI Cabang Ende itu.
Menanggapi penyampaian Bosko Ponong, Bupati Ngada Raymundus Bena menyatakan kesepakatannya dan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur wilayah utara tetap menjadi prioritas pemerintah dalam satu periode mendatang.













