Terlepas dari sisi keamanan, ia menilai pelaksanaan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara akan mampu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, baik itu wisata bahari maupun wisata religi.
Menurutnya, dengan adanya acara ini, menunjukkan ke wisatawan nusantara maupun mancanegara bahwa Labuan Bajo bukan hanya ada wisata bahari saja namun terdapat wisata religi sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri.
“Kegiatan ini juga meningkatkan kunjungan para wisatawan sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat Manggarai Barat terlebih khusus untuk pelaku UMKM,” tambahnya.
Selain itu, mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri ini menyebutkan peserta Festival Golo Koe juga berasal dari berbagai daerah, suku, ras maupun agama sehingga menandakan bahwa Labuan Bajo merupakan kota Bhinneka Tunggal Ika.
“Festival ini ingin merangkul semua anak bangsa dari pelbagai suku, bahasa, dan agama untuk mewujudkan harmoni seluruh alam ciptaan, antara ciptaan dan Sang Khalik, kesejahteraan umum dan pedagogi pelestarian lingkungan hidup,” sebutnya.













