Evalin menambahkan, Grab akan terus berinovasi, khususnya dalam sistem pembayaran yang ke depan akan diarahkan dari tunai ke non-tunai. Selain itu, Grab juga berkomitmen melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Ende.
“Kolaborasi dengan OPD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi penguat Grab di Ende. Kami berkomitmen bersama Pemda dan UMKM untuk memperkuat digitalisasi melalui pelatihan, pemasaran, dan promosi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ende Yosef Badeoda dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grab kini telah berkembang menjadi salah satu platform ekonomi digital terbesar di Indonesia. Kehadiran Grab di Ende, menurutnya, sejalan dengan rencana besar pemerintah daerah untuk menjadikan Kota Ende sebagai smart city.
“Mungkin pada tahun 2026 hingga 2027 akan ada pembentukan smart city. Kota cerdas Ende dengan berbagai solusi perkotaan, dan Grab menjadi salah satu agen pendukung pembentukan Ende sebagai smart city,” ungkap Yosef.
Ia berharap Grab dapat terus berkembang seiring dengan progres pembangunan Kabupaten Ende lima tahun ke depan, serta tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga memberdayakan pelaku UMKM lokal.













