Sementara, warga lainnya, Erlind Jawa sempat panik dan takut saat hendak melewati jembatan darurat menggunakan sepeda motor.
“Sangat takut pak, tadi saya muat dengan anak saya yang masih kecil mau lewat. Syukur ada warga yang suruh saya turun dari motor dan bantu dorong motor saya,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah jangan terlalu lama merespon agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sebaiknya pemerintah cepat merespon hal ini, intinya secepatnya pemerintah buka hati dan buka mata Pak,” ucapnya kesal.
Warga Desa Aeramo, Yakobus Mapa saat ditemui di Lokasi membenarkan bahwa konstruksi jembatan darurat tersebut menggunakan kayu balok sebagai landasan perlintasan yang dinilai dapat membahayakan bagi pengguna jalan.
Ia mengungkapkan, jembatan darurat itu juga sebagai akses penting dan utama aktivitas warga, petani dan nelayan sekitar.
“Benar pak, jembatan darurat Pomakeke ini, pernah dibangun oleh pihak pemerintah dalam hal ini BPBD Nagekeo, kalau tidak salah 6 atau 7 tahun yang lalu setelah jembatan utamanya roboh,” jelasnya.













