ENDE, RAKYATFLORES.COM-Forum Akar Muda Ende (AME) menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende yang dinilai mengabaikan tragedi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang telah merenggut nyawa warganya.
Hingga Agustus 2025, sedikitnya 16 warga Ende dilaporkan meninggal dunia akibat menjadi korban perdagangan orang. Sebagian besar korban berangkat bekerja ke luar negeri secara nonprosedural atau ilegal.
Namun, dalam sidang paripurna DPRD pada 11 Agustus 2025, tidak satu pun fraksi menyinggung persoalan ini. Agenda rapat justru didominasi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ketua Forum AME, Florentio Don Bosco Heppi, S.Pi., menilai sikap DPRD tersebut sebagai bentuk kelalaian moral dan politik.
“Kasus ini sudah terjadi, belasan warga kita telah menjadi korban. Forum AME sangat menyesalkan. Harusnya DPRD menyoroti persoalan ini, memberikan perhatian khusus, dan mendorong Pemda Ende untuk langkah pencegahan,” tegasnya.













