Lebih jauh, ia mengajak generasi muda NTT untuk menjadi duta daerah di luar tanah kelahiran, melalui prestasi dan etika. Saat berada di luar kampung halaman, apalagi di Bali sebagai pusat pariwisata dunia, mari menjaga nama baik NTT. Jangan pernah melakukan hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, atau identitas budaya.
“Kita adalah tamu sekaligus perwakilan daerah, jadilah pribadi yang disiplin, tertib, beretika, dan membanggakan,” ujarnya.
Ia juga menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak muda NTT dapat menjadi pelopor promosi pariwisata daerah. NTT memiliki surga dunia yang dikenal dunia seperti Labuan Bajo, Kelimutu, Maumere, Alor, Sumba, Lembata, dan puluhan destinasi lainnya.
“Kalau bukan kita yang menyuarakan keindahannya, siapa lagi?,” tanyanya.
Dengan penuh harapan, Dr. Karolus menutup pesannya.
“Dengan karakter kuat, disiplin, prestasi, dan sikap rendah hati, kita bukan hanya diterima di dunia internasional, kita akan dihormati. Gunakan ilmu, pengalaman, dan keberanian bekerja di sektor pariwisata untuk membangun masa depan, membantu keluarga, dan mengangkat kesejahteraan NTT,” tutupnya.













