Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Pata Atabri mengatakan bahwa, kegiatan simulasi tersebut dilakukan sebagai wujud nyata dan komitmen dari semua pihak dalam menjaga keamanan dan keselamatan serta kelancaran operasional di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende.
Ia mengatakan, bandar udara merupakan obyek vital yang melibatkan berbagai aktivitas penting mulai dari kedatangan, keberangkatan penumpang, hingga operasional penerbangan.
“Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap potensi keadaan darurat adalah bagian penting yang tak terpisahkan. Tugas kita bersama adalah melindungi keselamatan dan kesejahteraan seluruh pengguna layanan bandara,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan simulasi tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan prosedur serta seluruh personil yang terlibat menghadapi keadaan darurat.
“Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memastikan koordinasi dan komunikasi yang optimal antar instansi dalam keadaan darurat serta melatih kemampuan teknis dan strategis dalam menghadapi potensi ancaman seperti kebakaran, insiden penerbangan, serta evakuasi darurat.
“Kepada peserta kegiatan simulasi diharapkan agar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh dedikasi, kedisiplinan, dan keseriusan, serta semangat kolaborasi. Ingatlah bahwa latihan ini bukan hanya untuk menambah wawasan dan keterampilan teknis tetapi juga untuk memperkuat sinergi antar kita semua supaya ketika situasi darurat terjadi kita dapat bertindak dengan sigap dan efektif,” ungkapnya.













