Para misionaris awam ini, lanjut Leonardus, meninggalkan tugas-tugas mereka untuk menjalankan misi dan organisasi yang membiayai kegiatan mereka ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan Maumere.
Selama kunjungan, mereka memperkenalkan diri satu per satu dan mengajak semua yang hadir untuk berdiskusi bersama.
Salah seorang perwakilan komunitas Mr. Alejandro dari California mengaku, sangat terharu dan bangga dengan penerimaan dari pihak kampus terhadap mereka.
Dengan penerimaan tersebut, kata Alejandro, mereka merasakan suasana kekeluargaan selama berada di Flores sebab di Amerika, situasi kekeluargaan seperti ini sudah jarang ditemui.
“Saya pernah menjadi dosen di Universitas Kepausan selama 18 tahun dan memilih Flores sebagai tujuan kunjungan karena kekentalan iman Katolik di sini,” ungkapannya.
Sementara itu, Pimpinan Politeknik Cristo Re, RD. Yakobus Donnisius Migo, mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan komunitas katolik dari Benua Amerika itu.













