Stefanus menambahkan, sektor transportasi Indonesia telah layak bersanding dengan negara-negara maju lainnya di dunia.
“Kereta cepat yang mampu melaju hingga 350km/jam dan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 45 menit menjadikan kita sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan teknologi ini,” ungkapnya.
Dikatakannya, kereta tanpa masinis Lintas Raya Terpadu (LRT), tidak hanya dapat dinikmati di Jakarta namun juga di Palembang, sementara di Ibu Kota Nusantara, hadirnya kereta otonom atau Autonomous Rail Rapid Transit (ART).
“Berbagai angkutan perkotaan modern ini tidak hanya nyaman namun juga ramah lingkungan sehingga menjadi wujud komitmen kita untuk berpartisipasi dalam gerakan global untuk mengurangi emisi khususnya dari sektor transportasi,” tambahnya.
Stefanus menjelaskan, transportasi modern serta digitalisasi sektor transportasi juga telah diterapkan di seluruh Indonesia. Tidak hanya membanggakan, pencapaian tersebut juga meningkatkan layanan transportasi sehingga lebih efisien, efektif, nyaman, dan memudahkan masyarakat.
Seluruh pencapaian tersebut tidak lepas dari peran serta seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian atau lembaga terkait, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, dunia usaha baik milik negara maupun sektor swasta, asosiasi, serta elemen masyarakat lainnya. Setiap pihak tidak hanya berkontribusi, namun juga telah berkolaborasi dan menyinergikan program masing-masing,” tambahnya.













