RAKYATFLORES.COM | ENDE-Dikatai kutu loncat oleh sekretaris tim transisi, Anggota DPRD Kabupaten Ende Yani Kota merasa konyol karena jawaban tersebut tidak sesuai pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
“Saya tanya soal pijakan hukum yang menjadi dasar pembentukan tim transisi tapi malah dikatai saya kutu loncat. Dari situ saya kembali bertanya, selemah itukah kemampuan intelektual Maxi Mari”, tutur Yani.
Menurutnya, ketika dirinya pertanyakan terkait legalitas harusnya dari tim transisi menjelaskan regulasi yang menjadi payung hukum bukan malah melemparkan bola panas ke Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
“Ah masa seorang Maxi Mari yang dipercaya sebagai sekretaris tim transisi memberikan jawaban sekonyol itu ala anak sma yang baru tamat. Saya tanya ke dia malah lemparnya ke Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Jawabannya terlalu konyol dan menujukan intelektualnya itu terlalu lemah”, kata Yani Kota.
Namun meski demikian, Yani menanggapi bahwa perihal permintaan yang disampaikan oleh sekretaris tim transisi untuk pertanyakan ke Bupati dan Wakil Bupati Ende terpilih akan dipenuhi pada sidang paripurna yang akan datang, ujar Anggota DPRD dua periode, Yani Kota.
“Jadi pernyataan dari sekretaris tim transisi kepada saya bahwa saya kutu loncat. Itu disebut pernyataan konyol dan melemahkan daya kritis seorang Maxi Mari. Ya lebih baik dikatai kutu loncat, dari pada dia, lempar batu sembunyi tangan. Kalian yang memulai membakar api tapi pak Tote dan pak Domi yang siram air”, ucap Yani.













